Kegiatan Sharing Knowledge: Tingkatkan Kapasitas dan Dorong Inovasi di BRMP Tanah dan Pupuk
Senin, 25 Agustus 2025 — Dalam upaya meningkatkan kapasitas pegawai serta mendorong budaya inovasi dan pembaruan, telah dilaksanakan kegiatan Sharing Knowledge yang menghadirkan pegawai yang telah mengikuti pelatihan sebagai narasumber untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada rekan kerja lainnya. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen, pejabat fungsional, serta seluruh pegawai kantor.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala BRMP Tanah dan Pupuk menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting sebagai bagian dari strategi peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan sharing knowledge ini bukan hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban setelah mengikuti pelatihan, tetapi juga sebagai langkah awal untuk inovasi dan pembaruan yang berkelanjutan di lingkungan kerja kita.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dua sesi pemaparan materi:
Materi pertama disampaikan oleh Ema Lindawati, SP., M.Biotech., yang mengulas tentang Program Site-Specific Nutrient Management (SSNM) di RRI Los Banos Filipina. Sebagai pendahuluan disampaikan SSNM and SSNM-based Nitrogen Management mencakup sistem produksi padi untuk dataran rendah dengan menggunakan sistem irigasi maupun tadah hujan. Pendekatan SSNM dengan memberikan nutrisi tambahan/input pupuk untuk tanaman padi sesuai kebutuhan dan pada waktu yang tepat sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman padi. Tujuan SSNM yakni memaksimalkan hasil panen, mengurangi limbah pupuk dan dampak lingkungan. Penentuan dosis pupuk nitrogen menggunakan Nutrient Omission Plot Technique (NOPT) dan pemberian pupuk N yang dibagi menjadi 3 pada fase kritis pertumbuhan padi yakni awal pertumbuhan, active tillering dan panicle initiation. Pemberian pupuk P diberikan pada fase awal pertumbuhan tanaman padi 0-10 hst sedangkan pemberian pupuk K diberikan secara 2x yakni pada fase awal pertumbuhan tanaman 0,5 dosis dan fase panicle initiation sebanyak 0,5 dosis. Selain itu, disampaikan pula contoh perhitungan kebutuhan pupuk input NPK untuk tanaman padi dan rekomendasi jumlah pupuk yang diberikan dengan pendekatan SSNM.
Materi kedua dibawakan oleh Ambar Fitri Rochyati, ST., dengan topik Soil Health atau kesehatan tanah dan C-organik tanah sebagai indikator utama kesehatan tanah serta pengelolaan tanah melalui Measurement, Monitoring dan Management. Dalam sesi ini, dijelaskan berbagai metode pengukuran kesehatan tanah, seperti parameter kimia (pengujian C-organik menggunakan metode Dumas Dry Combustion), parameter fisika (pengukuran bulk density dan kestabilan agregat), parameter biologi (uji respirasi tanah dan identifikasi mikroorganisme tanah). Selain itu, Ambar juga memaparkan sejumlah perangkat pendukung seperti Soil Test Kit, Water Test Kit, Soil Health Card, dan Mobile Soil Laboratory yang dapat digunakan untuk pengujian di lapangan secara praktis dan cepat. Untuk aspek pengelolaan kesehatan tanah, disampaikan pentingnya penerapan sistem pertanian terintegrasi serta recovery material melalui komposting, sebagai upaya menjaga dan memperbaiki kualitas tanah secara berkelanjutan.
Menjelang akhir kegiatan, dilakukan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil pemaparan. RTL ini diharapkan menjadi dasar implementasi nyata di lapangan, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori saja, tetapi dapat diadopsi dan diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan muncul semangat kolaboratif dan keterbukaan untuk berbagi pengetahuan antarpegawai, sebagai bagian dari budaya kerja yang adaptif dan progresif. (AFR, ELW)